Popular Post

Posted by : Unknown Sabtu, 08 Maret 2014



Kota Wisata Magetan

Kabupaten Magetan, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten Magetan terletak di kaki gunung lawu sehingga memiliki udara yang masih sejuk.
      
            Batas-batas wilayah kabupaten Magetan      :
·         Batas Utara     : Kabupaten Ngawi
·         Batas Selatan  : Kabupaten Ponorogo dan Wonogiri
·         Batas Barat     : Kabupaten Karanganyar
·         Batas Timur    : Kabupaten Madiun dan Madiun Kota

Kabupaten Magetan dipimpin oleh seorang Bupati,dengan jumlah penduduk kurang lebih 621.000.Kabupaten ini sangat terkenal akan banyaknya potensi-potensi alam yang ada karena wilayahnya sendiri yang terletak di kaki gunung bahkan banyak sekali wisata alam yang terletak di kabupaten Magetan ini.Contoh potensi yang terdapat di kabupaten ini adalah tempat pariwisata,Makanan khas,Kerajinan batik,kerajinan dari bambu,kerajinan dari kulit,dan lain sebagainya.

Berikut Potensi yang Ada di Kabupaten Magetan:

a.    Telaga Sarangan
Telaga Sarangan yang juga dikenal sebagai telaga pasir ini  adalah sebuah telaga alami yang terletak di kaki Gunung Lawu, di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Berjarak sekitar 16 kilometer arah barat kota Magetan. Telaga Sarangan merupakan obyek wisata andalan Magetan. Di sekeliling telaga terdapat hotel Di samping puluhan kios cendera mata, pengunjung dapat pula menikmati indahnya Sarangan dengan berkuda mengitari telaga, atau mengendarai kapal cepat. Fasilitas obyek wisata lainnya pun tersedia, misalnya rumah makan, tempat bermain, pasar wisata, tempat parkir, sarana telepon umum, tempat ibadah, dan taman.

b.    Telaga Wahyu/Telaga Wurung
   Telaga Wahyu terletak sekitar 3 kilometer ke arah timur dari Telaga Sarangan, yang berjarak sekitar 16 kilometer dari Kota Magetan. Tepatnya di Desa Ngerong, Kecamatan Plaosan. Telaga ini mempunyai luas sekitar 10 hektare dan kedalaman sekitar 16 meter. Telaga ini selain digunakan sebagai tempat rekreasi,tempat pemancingan, juga bisa digunakan sebagai bumi perkemahan
c.     Air Terjun Tirtasari                                             
Berjarak kira-kira 2,5 Km sebelah barat daya dari Telaga Sarangan, dan dapat ditempuh dengan dengan mobil atau motor sejauh 1,5 km, selebihnya harus ditempuh dengan berjalan kaki atau naik kuda sekitar 1 km. Air Terjun Tirtosari memiliki ketinggian terjunan sekitar 50 meter, mengalir turun ke bawah melalui celah yang diapit oleh batu-batu terjal. Di lokasi air terjunnya sudah dibangun dua anak tangga dari beton sehingga mudah dilewati oleh para pengunjung. Air terjun ini berada di ketinggian 1200 m dpl.

d.    Air Terjun Pundak Kiwo

Terletak di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Air Terjun Pundak Kiwo teletak di bagian paling atas rangkaian air terjun di desa Ngancar dan merupakan air terjun paling besar/tinggi dengan ketinggian sekitar 45 meter. Air terjun ini berjarak sekitar setengah jam dari Air Terjun Jarakan . Jika dipandang dari bawah, letak air terjun ini berada pada sisi kiri lereng gunung, sehingga disebut Pundak Kiwo.

e.    Sentra Kerajinan Kulit

Sentra kerajinan kulit di Magetan ini juga tergolong sukses dalam menarik minat wisatawan untuk berkunjung.Pusat Sentra kerajinan kulit berada di jl.Sawo Magetan dengan jarak kurang lebih 1 km arah barat dari pusat kota magetan.Banyak sekali toko-toko kerajinan kulit yang menjual hasil olahan industri kulit Magetan. Barang-barang hasil olahan industri kerajinan kulit di Magetan ini kualitasnya tidak kalah dengan barang barang import yang harganya lebih mahal.Di tempat ini anda juga bisa memesan produk kulit magetan.

f.      Sentra Kerajinan Batik Sidomukti           

Desa yang merupakan sentra perajin batik di Magetan adalah Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan. Bagi para wanita di desa ini, menorehkan canting di atas kain bukanlah hal yang sulit. Sebab keahlian tersebut telah diperolehnya secara turun-temurun sejak tahun 1970-an.Sekilas, Batik Sidomukti tidak jauh berbeda dari batik daerah lainnya. Namun, sebenarnya Batik Sidomukti Magetan mempunyai ciri khusus pada motifnya, yakni motif “Pring Sedapur” atau serumpum bambu. Motif ini diambil dari rumpunan tumbuhan bambu yang tumbuh mengelilingi kawasan Dusun Papringan di Desa Sidomukti.

g.    Jeruk Pamelo

Jeruk ini dulunya bernama jeruk Bali, dan Departemen Pertanian sudah menggantinya dengan Nama “pomelo”  karena jeruk ini tidak ada kaitannya dengan Bali. Si buah berkulit bundar hijau ini , merupakan produk pertanian unggulan dari kabupaten Magetan Buah jeruk yang bernama latin Citrus maxima ini dikatakan unggulan di kabupaten Magetan karena produksinya yang cukup besar setiap tahunnya.Tetapi jeruk ini hanya ada saat musimnya saja. Khasiat jeruk pamelo antara lain: Likopen yang dapat bermanfaat sebagai pencegah kanker,menurunkan trigliserida yang dapat mengurangi kolesterol, pencegah anemia, menyembuhkan luka lambung, melancarkan pencernaan, menyehatkan gusi dan masih banyak lagi

h.    Jrangking
Jrangking ini adalah sejenis krupuk puli yang dibuat dari ketan dan kelapa. Rasanya seperti krupuk biasa, namun lebih gurih, terasa ada sari kelapanya, dan agak keras. Jrangking ini bisa dimakan sebagai lauk atau bisa dimakan sebagai makanan ringan.Cara pembuatannya lumayan mudah. Pertama, kita nanakkan ketan.Kemudian ketan itu dicampur dengan santan (perasan kelapa), garam, dan gula. Kemudian diaduk sampai adonan merata. Kemudian adonan tadi dipadatkan dan dibentuk kotak. Kemudian adonan yang sudah berbentuk kotak tadi dipotong tipis-tipis. Potongan tipis- tipis tadi kemudian dibakar merata.Setelah dibakar ada yang dijemur dulu dan ada juga yang langsung disajikan.


i.       Kue Bolu

Bolu rahayu adalah makanan khas Kota Magetan, Jawa Timur, sering juga disebut dengan roti ndog, roti telur-red) karena bentuknya yang mirip dengan telur yang oval. Cita rasa dari jajanan ini adalah manis berpadu aroma khas jeruk purut disetiap gigitanya. Sentra pembuatan bolu rahayu ini ada di Tamanan,Sukomoro,dan Nitikan.Pada acara acara tertentu bolu rahayu ini sering digunakan untuk gunungan seperti diacara grebek maulid atau grebek suro.Kue ini adalah peninggalan pada jaman Belanda.Dulu meeniir meeniir Belanda suka sarapan pagi dengan kue ini dan sampai pada akhirnya  kue ini pun tetap eksis sampai sekarang di Kabupaten Magetan.


j.       Pertanian Padi

Pertanian padi di Magetan cukup maju dikarenakan tanah yang subur.Dalam satu tahun petani padi dapat panen sebanyak 3x yaitu dalam selang waktu kurang lebih 4 bulan.Untuk proses panennya biasanya masih dengan cara tradisional yaitu padi dipotong batangnya dari akar menggunakan sabit,lalu padi yang sudah dipotong itu di gepyokkan pada batu sehingga padi rontok dari batang dan daunnya yang biasa disebut dengan gabah,sebelum gabah di giling menjadi beras gabah harus di keringkan terlebih dahulu.Panen pada daerah ini hampir selalu berhasil karena faktor tanah yang subur dan adanya pengairan yang cukup.


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © CERITAKU ! - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -